Minggu, 21 Juni 2015

Penutup Atap

Macam-macam Penutup Atap

Genteng
Terbuat dari Tanah liat dan memiliki rongga yang berarti udara dapat masuk melalui rongga atap. Genteng tanah liat ini menggunakan bahan utama Tanah Liat yang dibentuk dengan cara ditekan atau di-press. Dan kemudian melalui proses pengeringan dengan menggunakan bantuan sinar matahari. Setelah cukup kering  maka genteng yang masih mentah tsb. dipanaskan menggunakan kayu bakar atau batu bara pada tungku pembakaran. Tampilan fisik genteng tanah liat cukup menarik karena memiliki warna oranye natural serta berkesan sederhana.


            Asbes

Terbuat dari gabungan enam mineral silikat alam. Dan memiliki rongga yang berarti udara dapat masuk melalui rongga atap. Tidak hanya karena harga materialnya yang murah. Atap asbes juga memerlukan rangka atap yang lebih jarang. Asbes langsung dipasang pada gording, sehingga tidak memerlukan usuk dan reng. Asbes tersedia dalam 2 jenis, yaitu asbes gelombang besar dan asbes gelombang kecil.




 Seng
Terbuat dari bahan seng dan memiliki rongga yang berarti udara dapat masuk melalui rongga atap. kelebihan jenis atap ini adalah kemudahan dalam pemsasanganya dan tidak memerlukan rangka atap yang terlalu banyak, namun seringkali menimbulkan suara yang berisik disaat hujan turun.



 Dak
Terbuat dari beton dan tidak memiliki rongga yang berarti udara tidak dapat masuk melalui atap. Atap beton bertulang merupakan jenis atap yang banyak digunakan pada gedung-gedung bertingkat tinggi, dan pada rumah tinggal yang di desain untuk dapat ditingkat dalam waktu yang akan datang.



 Sirap
Terbuat dari kayu ulin/kayu besi dan memiliki rongga yang berarti udara dapat masuk melalui rongga atap. Bentuk atap sirap biasanya berupa lembaran tipis memanjang yang dihasilkan dari belahan kayu ulin. Atap sirap dari kayu ulin ini berwarna coklat kehitaman. Ukuran 1 lembar atap sirap biasanya (p x l x t) = 58 x 6 x 0,3 dan 58 x 6 x 0,5 (masing-masing dalam satuan cm). Lembaran tipis tersebut dikemas dalam ikatan.



Patung



Patung adalah benda tiga dimensi karya manusia yang diakui secara khusus sebagai suatu karya seni. Orang yang menciptakan patung disebut pematung. Tujuan penciptaan patung adalah untuk menghasilkan karya seni yang dapat bertahan selama mungkin. Karenanya, patung biasanya dibuat dengan menggunakan bahan yang tahan lama dan sering kali mahal, terutama dari perunggu dan batu seperti marmer, kapur, dan granit. Dimasa lalu patung dijadikan sebagai berhala, simbol Tuhan atau Dewa yang disembah. Tapi seiring dengan makin rasionalnya cara berfikir manusia, maka patung tidak lagi dijadikan berhala melainkan hanya sebagai karya seni belaka.

Contoh Patung:

 
CHRIST THE REDEEMER
Christ The Redeemer yang berlokasikan di Rio de Janeiro, Brazil atau lebih tepatnya di puncak Gunung Corovado. Patung ini sendiri bertinggakan 30 m ditambah dengan tempat berdirinya 9.5 m maka patung ini memiliki total ketingian 39.6 m.



STATUE OF LIBERTY
Terletak di Pulau Liberty, di muara Sungai Hudson di New York Harbor, Amerika Serikat. Patung ini dihadiahkan Perancis untuk Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan merupakan suatu simbol selamat datang untuk pengunjung, imigran dan orang Amerika yang kembali. Patung perunggu yang diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1886 ini merupakan hadiah seratus tahun kemerdekaan Amerika Serikat dan merupakan ungkapan persahabatan antara kedua negara. Pemahat patung adalah Frederic Auguste Bartholdi, dan Gustave Eiffel (desainer Menara Eiffel) merancang struktur penyangga dalamnya. Patung Liberty adalah salah satu lambang AS yang paling terkenal di seluruh dunia, dan melambangkan kemerdekaan dan kebebasan dari tekanan.







SPRING TEMPLE BUDHA
Terletak di Foudshan Scenic Area, Lushan Country, Henan, China. Memiliki tinggi 128m. Diresmikan pada 1 September 2008. Spring Temple Budha merupakan patung Budha tertinggi di Dunia.




GARUDA WISNU KENCANA
Terletak di Bukit Unggasan - Jimbaran, Bali. Patung ini merupakan karya pematung terkenal Bali, I Nyoman Nuarta. Patung tersebut berwujud Dewa Wisnu yang dalam agama Hindu adalah Dewa Pemelihara (Sthiti), mengendarai burung Garuda. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan simbol dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia. Patung ini terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton, dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter.


PATUNG PEMUDA MEMBANGUN
Terletak di bunderan air mancur Senayan. Monumen yang terletak tidak jauh dari pertokoan Ratu Plaza ini, dibuat oleh tim patung yang tergabung dalam Biro Insinyur Seniman Arsitektur (ISA). Patung ini dibuat dari beton bertulang dengan adukan semen dan bagian luarnya dilapisi dengan bahan teraso. Pekerjaan dimulai bulan Juli 1971 dan diresmikan bulan Maret 1972.